Kekurangan dan Kerugian Menggunakan E-Commerce Service Provider

Dalam pengembangannya, platform e-commerce mendapatkan banyak reaksi positif dari pasar, baik dari pembeli maupun dari penjual. E-commerce dinilai sangat memudahkan proses transaksi jual – beli produk karena dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Namun, di balik banyak reaksi positif atau kelebihannya, e-commerce dinilai juga memiliki banyak kekurangan. Aspek kekurangan atau kelemahan e-commerce ini dirasakan tidak hanya oleh pembeli dan penjual, tetapi juga oleh perusahaan pengembang dari e-commerce service provider. Apa sajakah kekurangan atau kelemahan dari platform e-commerce?

Perawatan dari platform e-commerce yang cukup tinggi

Kelemahan pertama akan lebih banyak dirasakan oleh perusahaan pengembang e-commerce. Melakukan proses pengembangan platform e-commerce membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Biaya-biaya tersebut digunakan untuk pengaturan berbagai perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) yang dibutuhkan dalam pengembangan platform. Biaya juga digunakan untuk pengembangan sumber daya manusia dalam proses pembuatan e-commerce. Biaya yang tinggi juga digunakan untuk maintenance platform agar dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Risiko kegagalan bisnis

Walau e-commerce memberikan proses transaksi yang lebih mudah, tetapi hal itu tidak berbanding lurus dengan keuntungan yang di dapat. Era digital mengharuskan para penjual atau pebisnis harus lebih paham akan konteks dunia e-commerce. Namun, karena masih banyak yang kurang bisa bersaing (akibat kesalahan marketing), banyak usaha yang gulung tikar dari e-commerce ini. Pastikan anda melakukan marketing yang tepat sesuai dengan pasar yang diadopsi.

Hubungan pembeli-penjual dan keaslian barang

Kelemahan lain dari layanan e-commerce adalah minimnya hubungan interpersonal antara pembeli dan penjual. Walau sudah ada fitur chat dalam platform, namun bagi beberapa orang hal ini dirasa tetap kurang memenuhi aspek komunikasi. Mereka tidak bisa merasakan atau melihat keseriusan layanan jika tidak melihat gestur penjual secara langsung. Hal ini juga berimbas pada kualitas produk yang dijual. Masih terdapat aspek ketidakjujuran dari penjual terkait produk yang dijual. Sebagai contoh adalah tentang kebohongan tentang keaslian barang, material produk yang digunakan, proses pengiriman, dll. Hal ini membuat para pembeli lebih hati-hati dalam proses transaksi bahkan masih mempercayakan proses transaksi offline (tatap muka).

Keamanan data

Hal yang menjadi isu utama terkait kelemahan e-commerce service provider adalah soal keamanan data pribadi. Keamanan data pribadi (utamanya pada pihak pembeli) akan menggangu bahkan merugikan pembeli. Salah satu contohnya adalah kontak pribadi pembeli (nomor telepon atau HP atau email). Data yang tidak terjaga dengan baik akan membuat kontak pembeli tersebut dapat tersebar dengan mudah dalam platform tersebut tanpa persetujuan. Keamanan juga terkait soal pembayaran. Pembayaran melalui kartu kredit pada e-commerce masih sering terjadi fraud sehingga kartu kredit anda digunakan pihak tidak bertanggung jawab akibat adanya kebocoran data.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *